Caesar Abrisam

Caesar merupakan laki-laki yang enggan disebut aktivis dan segala macam sebutan lainnya, serta memilih untuk disebut sebagai ARTivist saja. Bagi Caesar, satu-satunya identitas abadi yang melekat pada dirinya adalah transgender laki-laki atau transmen. Caesar aktif bergerak untuk perjuangan hak-hak transmen di Indonesia sejak tahun 2014. Lulusan Jurusan Interior FSRD ITB ini rela meninggalkan banyak privilege dan latar belakangnya untuk hidup mandiri mendampingi komunitas LGBT, terutama transmen.
Meninggalkan latar belakang di bidang desain dan visual untuk bergerak di bidang sosial menjadi pergulatan sendiri untuk Caesar. Titik temu untuk berjuang melalui jalur seni dan pendidikan baginya merupakan cara yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai perjuangan pada komunitas di akar rumput dan masyarakat secara luas. Seni berbahasa dan visual menjadi kunci inklusivitas yang penting dalam menyampaikan nilai-nilai tersebut.
Caesar adalah ARTivist muda yang bercita-cita untuk membongkar stereotip ketubuhan & maskulinitas pada trans laki-laki di tengah seksisme dan misoginis yang ada di Indonesia. Caesar saat ini bergabung dalam Arus Pelangi di bidang pendidikan dan merupakan salah satu pendiri Transmen Indonesia, sebuah kolektif yang dibangun untuk transgender laki-laki/transmen di Indonesia.