Author: femfest

Uncategorized

Feminist Fest 2017 to be held at SMA 1…

With more than 700 people attending Women’s March Jakarta in March 2017, it is clear that feminism and women’s rights are beginning to be seen as important in Indonesia. Many of the participants in Women’s March Jakarta are new to feminism and are not yet very involved in the fight for women’s rights. Based on their requests, the Women’s March Jakarta organising committee will hold an event for the exchange of views and experiences: Feminist Fest 2017.

Feminist Fest is urgently needed, says Misiyah, the Director of KAPAL Perempuan Institute, one of Femfest’s partners. “In a society that is becoming more closed-off as a result of strengthening conservative ideology, we need a movement that is capable of opening up space for dialogue and fighting back against the gender-based oppression that has been covered up for so long,” says Misiyah.

Feminist Fest is organised by Jakarta Feminist Discussion Group (JFDG) at SMA 1 PSKD, Salemba, Central Jakarta, with support from tens of NGOs, communities, and individuals. Partners include KAPAL Perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Peace Women
Across the Globe (PWAG), Indonesia Feminis, Hollaback! Jakarta, Lentera, INFID, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rutgers WPF, Klinik Angsamerah, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), and many more.

According to Feminist Fest 2017 Committee Head, Anindya Restuviani, FemFest “aims to provide in-depth knowledge about feminism and its intersectional issues. Feminism can help us achieve gender justice and rights, and aims to free all people so that they can make their own choices about what is best for them. Additionally, the event hopes to encourage more people to become a part of the movement and struggle for gender equity in Indonesia.” 

Over the two days of Feminist Festival, two plenary sessions will be held, alongside five workshops and 15 panel discussions. NGOs and communities will also present about their work, poets can read their poetry during a slam session, and participants can view posters from Women’s March Jakarta. More than 30 speakers will discuss topics such as eco-feminism, reproductive and sexual health, gender-based violence, media, development, feminist allies, and public policy.

Feminist Fest 2017 will also be bringing 10 young feminists, both men and women, from outside Jakarta to attend the event, so that all participants can broaden their networks and share their experiences. The 10 fellows come from locations such as Papua, Maluku, and East Nusa Tenggara, and will have their full attendance-related costs covered by the festival.

For more information, please contact Kate Walton, Media Coordinator for Feminist Fest 2017: 0812 1232 4647 or katewalton.au@gmail.com

Feminist Fest 2017

Feminist Fest 2017 hadir di SMA 1 PSKD, Jakarta…

Dengan keikutsertaan lebih dari 700 orang dalam Women’s March Jakarta pada Maret 2017,
bisa dilihat bahwa feminisme dan hak perempuan sudah dianggap penting di Indonesia. Banyak
yang hadiri Women’s March Jakarta baru mulai belajar tentang feminism dan belum terlalu
terlibat dalam perjuangan hak perempuan, dan berdasarkan permintaan mereka, panitia
Women’s March Jakarta setuju untuk mengadakan sebuah acara untuk saling tukar
pengalaman: Feminist Fest 2017.

Feminist Fest sangat dibutuhkan sekarang, menurut Misiyah, Direktur Insititut KAPAL
Perempuan, salah satu mitra Femfest. “Dalam masyarakat yang saat ini semakin tertutup
akibat menguatnya ideologi konservatif, dibutuhkan gerakan yang mampu membuka
ruang-ruang dialog untuk menyingkap penindasan berbasis gender yang salama ini
tersembunyikan, bahkan disembunyikan,” kata Misiyah. 

Feminist Fest akan diadakan oleh Jakarta Feminist Discussion Group (JFDG) di SMA 1 PSKD,
Salemba, Jakarta Pusat, dengan dukungan dari puluhan LSM, komunitas, dan individu.
Pendukung termasuk KAPAL Perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Peace Women
Across the Globe (PWAG), Indonesia Feminis, Hollaback! Jakarta, Lentera, INFID, Aliansi
Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rutgers WPF, Klinik Angsamerah, Perkumpulan Keluarga
Berencana Indonesia (PKBI), dan lain lagi.

Menurut Ketua Komite Feminist Fest 2017, Anindya Restuviani, FemFest “memiliki tujuan
untuk memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai apa itu feminisme dan isu-isu
lintas sektornya. Feminisme dapat membantu kita untuk dapat memenuhi hak keadilan gender
dan ingin membebaskan semua orang untuk dapat memilh apa yang terbaik untuk mereka.
Selain itu, acara ini juga ingin mengajak peserta untuk menjadi lebih aktif untuk turut
serta dalam pergerakan dan perjuangan menuju indonesia yang berkeadilan gender.”

Selama dua hari Feminist Festival, acara terdiri dari dua pleno besar, lima lokakarya, dan 15
diskusi panel, serta pembacaan puisi, presentasi dari LSM dan komunitas, dan pameran poster
Women’s March Jakarta. Lebih dari 30 pembicara akan membahas topik seperti ekofeminisme,
kesehatan seksual dan reproduksi, kekerasan berbasis gender, media, pembangunan, allies,
dan kebijakan publik.

Feminist Fest 2017 juga membawa 10 feminis muda, baik perempuan maupun laki-laki, dari
luar Jakarta untuk menghadiri Femfest, supaya peserta bisa saling berbagi pengalaman dan
memperluas jaringan. 10 feminis muda ini berasal dari tempat seperti Papua, Maluku, dan NTT,
dan diberikan beasiswa yang membiayai perjalanan, akomodasi, dan konsumsi.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Kate Walton, Koordinator Media,
Feminist Fest 2017: 0812 1232 4647 atau katewalton.au@gmail.com

Pra-Acara 2017

Diskusi Kebebasan dalam Berjilbab

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Pemakaian jilbab sekarang adalah hal yang umum dan sudah menjadi trend.
Namun, pembahasan dan diskusi mengenai pemaknaan jilbab dan fungsi nya masih sangat minim.
Bagaimanakah sesungguhnya jilbab dan bentuk-bentuk pembalutan tubuh lainnya tertulis dalam Al-Quran, hadits, dan bahkan sejarah Islam? Read more “Diskusi Kebebasan dalam Berjilbab”